- just are enough just be you are -

Jumat, 11 Oktober 2019

Potensi Pemanfataan Flavonoid Untuk Makhluk Hidup



Tahukah Anda apakah flavonoid itu? Flavonoid merupakan suatu senyawa metabolit sekunder yang termasuk kedalam kelompok polifenol yang banyak ditemukan di dalam tumbuhan.  Flavoid dapat berfungsi sebagai antioksidan yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia salah satu yang paling utama adalah sebagai senjata melawan radikal bebas. 

Radikal bebas merupakan zat berbahaya yang jika masuk kedalam tubuh dapat menyebabkan beberapa penyakit  seperti penyakit jantung dan kanker.  Radikal bebas juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel dan jaringan tubuh. Untuk menangkal radikal bebas maka kita wajib mengkonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan. Antioksidan didalam makanan terdapat dalam bentuk vitamin C, E dan beta karoten (Vitamin A). Vitamin C memiliki kemampuan untuk menangkap dan menetalisir radikal bebas. Vitamin E mampu memutus rantai radikal bebas sedangkan beta karoten bermanfaat untuk melingungi tubuh dari radikal bebas yang berasal dari luar.
Flavonoid yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi banyak ditemukan terdapat didalam tumbuhan hijau baik itu buah-buahan maupun sayur-sayuran. Karena itulah sudah seharusnya kita banyak mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya akan kandungan flavonoid. Berikut ini beberapa sumber makanan yang mengandung flavonoid beserta kandungan antioksidannya.

No
Sumber makanan
Kandungan Antioksidan /100mg
Vitamin A
Vitamin C
Vitamin E
1
Jeruk
 20 mg
43 mg
0,13 mg
2
Apel
 54 IU
4,6 mg
0,18 mg
3
Pir
23 IU
4,3 mg
0,12 mg
4
Pisang
64 IU
8,7 mg
0,1 mg
5
Tomat
450 UI
13,7 mg
0,54 mg
6
Brokoli
623 UI
89,2 mg
0,17 mg
7
Kacang almond
1 UI
0 mg
25,6 mg

Semua makanan yang disebutkan diatas memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang dapat mencegah penyakit akibat radikal bebas. Untuk memaksimalkan khasiat dari makan tersebut Anda harus berhenti merokok karena rokok kaya akan radikal bebas. Selain itu Anda rajin berolahraga dan beristirahat yang cukup.

Selain sebagai antioksidan senyawa flavonoid ternyata juga digunakan dalam bidang kedokteran gigi menghambat pertumbuhan bakteri S. mutans yang menyebabkan munculnya karang gigi. Dalam menghambat pertumbuhan bakteri flavonoid bekerja dengan cara melepaskan energi transduksi terhadap membrane sitoplasma bakteri sehingga terjadi kerusakan permeabilitas pada dinding sel bakteri.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa flavonoid memiliki beragam manfaat selain sebagai antioksidan, flavonoid juga dapat digunakan untuk mencegah munculnya karang pada gigi. 

Permasalahan :
1.      Bagaimana mekanisme flavonoid dalam mencegah terjadinya karang gigi?
2.      Flavoid bekerja dengan cara melepaskan energi transduksi terhadap membrane sitoplasma bakteri sehingga terjadi kerusakan permeabilitas pada dinding sel bakteri. Apa yang akan terjadi jika energi yang dilepaskan oleh flavonoid itu terlalu besar ataupun terlalu kecil?
3.      Flavonoid dikatakan sebagai antioksidan yang dapat menagkal radikal bebas. Menurut anda mampukah flavonoid menangkal radikal bebas yang masuk kedalam tubuh ketika seseorang merokok apabila flavonoid di jadikan salah satu bahan baku pada pembuatan rokok?
Share:

Sabtu, 21 September 2019

Keragaman dan Keunikan Struktur Kimia Flavonoid


Senyawa flavonoid adalah suatu senyawa metabolit sekunder yang termasuk kelompok polifenol yang banyak ditemukan dalam tubuhan. Flavonoid tersusun dari 15 atom karbon dalam konfigurasi kerangka karbon C6-C3-C6 yang terdiri atas dua cincin aromatik (cicin benzene) tersubstitusi yang dihubungkan oleh rantai alifatik tiga karbon.  Senyawa flavonoid merupakan turunan dari unit C6C3 (fenilpropana) yang bersumber dari biosintesis asam sikimat dan unit C6 yang diturunkan dari jalur poliketida.

Flavonoid diklasifikasikan berdasarkan perbedaan pada bagian rantai karbon nomor 3 yaitu yaitu flavon, flavonol, flavanon, flavanonol, isoflavon, auron dan khalkon. Kerangka flavonoid cincin benzoil dan cinnamoil dapat dilihat pada gambar dibawah ini



Favonoid juga digolongkan berdasarkan jenis ikatan yang terbentuk, yaitu :

1.      Flavonoid O-Glikosida
Flavonoid O-Glikosida memiliki gugus hidroksil yang terikat pada satu gula atau lebih dengan ikatan hemiasetal yang tidak tahan asam. Pengaruh glikosida ini dapat menyebabkan flavonoid kurang reaktif dan menjadi lebih mudah larut dalam air.

2.      Flavonoid C-Glikosida
Flavonoid C-Glikosida memiliki gugus gula terikat langsung pada inti benzen dengan suatu ikatan karbon-karbon yang tahan asam.

3.      Flavonoid Sulfat
Flavonoid Sulfat memiliki satu ion sulfat(berupa glikosida bisulfat) atau lebih yang terikat pada OH fenol  yang mana saja yang masih bebas atau pada guIa.

4.      Biflavonoid
Biflavonoid atau flavandiol merupakan senyawa yang dibentuk dari dua unit flavon atau dimer campuran antara flavon dengan flavanon dan atau auron yang mana pada masing-masing flavon terdapat ikatan interflavanil C-C antara karbon C-3.

Flavonoid dapat ditemukan pada semua bagian tumbuhan baik itu daun, akar, kayu, kulit, bunga, buah maupun biji. Senyawa flavonoid memiliki banyak manfaat dalam hal makanan karena sifat antioksidannya yang sangat kuat. Flavoid memiliki kemampuan untuk mengoksidasi zat-zat yang bersifat radikal bebas seperti superoksida dan hidroksil. Oleh karena itu, makanan yang kaya flavonoid mampu untuk mengobati penyakit jantung dan mengobati kanker.


Permasalahan :

1. Flavonoid tersusun atas dua cincin aromatik tersubtitusi dalam konfigurasi kerangka karbon C6-C3-C6 yang dihubungkan oleh rantai alifatik tiga karbon. Menurut anda adakah kemungkinan flavonoid dapat tersusun atas lebih dari dua cicincin aromatik?

2. Makanan yang kaya akan flavonoid dapat mengurangi risiko penyakit kanker dan paru-paru. Bagaimana jika senyawa flavoid dijadikan kandungan utama dalam rokok dapatkah berguna untuk mengurangi dampak buruk merokok?

3. Flavonoid yang dikalsifikasikan berdasarkan jenis ikatannya sama-sama mengikat gugus gula, naun berbeda letaknya ikatannya. Apakah hal tersebut berpengaruh terhadap karakterisitik dari flavonoid? Jelaskan pendapat Anda?
Share:

Potensi Pemanfaatan Terpenoid Untuk Makhluk Hidup 

    Pada pembahasan kita minggu lalu Keragaman dan Keunikan Sruktur Terpenoid kita ketahui bahwa terpenoid merupakan senyawa kimia yang terdiri dari beberapa unit isopren. Terpenoid kemudian dikelompokkan berdasarkan jumlah isoprennya yang mana setiap isopren terdiri dari 5 atom C. pengelompokkan tersebut antaralain monoterpenoid, seskuiterpenoid, diterpenoid, triterpenoid, dan tetraterpenoid. Berikut ini merupakan beberapa jenis tanaman yang mengandung senyawa terpenoid dan kegunaannya, yaitu :

1.   Daun Ekaliptus (Eucalyptus deglupta Blume.)



    Ekaliptus merupakan suatu spesies tanaman dikembangkan di Hutan Tanaman Industri (HTI) sebagai bahan baku pembuatan pulp dan kertas. Ekaliptus bisa dikatakan sebagai tanaman serbaguna karena semua bagian dari tanaman ini sangat bermanfaat. Dalam pengobatan tradisional akar, batang, daun dan buahnya digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti influenza, diabetes, TBC, sakit gigi, gigi tantular, malaria dan diare. Sedangkan batang ekaliptus digunakan sebagai antiviral terhadap virus hepatitis C. 

2.  Daun Surian (Toona sinensis) 


    Tumbuhan surian merupakan spesies dari tanaman famili Meliaceae. Tanaman ini bisa tumbuh mencapai ketinggian , batangnya yang kuat dan kokoh sehingga biasa digunakan sebagai bahan bangunan. Daun surian dimanfaatkan sebagai pengusir serangga atau hama yang biasa menyerang tanaman padi, selain itu daun surian juga digunakan untuk mencegah penyakit diare, demam dan pembekakan pada ginjal. Daun surian juga bisa digunakan untuk penyedap rasa makanan rendang belut. 
    Berdasarkan penelitian isolasi struktur terpenoid dari fraksi heksan kulit batang surian Toona sintesis diperoleh senyawa triterpenoid (3-hidroksieupha-7-en). Untuk membuktikan kegunaan tanaman surian sebagai insektisida tanaman maka fraksi heksan dari tanaman surian ini digunakan terhadap hama Closidolomia pavonana yang menunjukkan nilai antifedant 75,5%.

3.  Daun Mara (Macaranga tanarius)


     Macaranga tanarius atau mara merupakan tamanan genus ini efektif digunakan dalam pengobatan bisul, memar dan luka. Daun tanaman ini dapat ditumbuk menjadi tempung kemudian dioleskan ke bagian yang luka agar lukanya cepat kering. Air perasan daun mara juga dapat digunakan untuk menurunkan panas. Penyakit yang timbul kerena infeksi bakteri juga dapat diobati dengan pemakaian antibakteri yang tepat. 
   Berdasarkan hasil penelitian uji aktifitas antibakteri Macaranga tanarius terhadap bakteri Shalmonella thypi menunjukkan hasil yang efektif 60% menghambat pertumbuhan bakteri Shalmonella thypi. 


Permasalahan :

1. Seperti yang telah saya jelaskan bahwa daun mara dapat mengobati luka dengan cara menumbuk halus daun tersebut lalu dioleskan di bagian tubuh yang luka. Apakah ada kemungkinan luka yang kita obati dengan daun mara bukannya sembuh tetapi malah terjadi infeksi, coba jelaskan? 

2. Dalam suatu tanaman baisanya terdiri dari banyak senyawa kimia. Bagaimana cara kita mengetahui kandungan senyawa mana yang lebih berperan sebagai anitivirus dalam daun ekaliptus? 

3. Berdasarkan penelitian isolasi struktur terpenoid dari fraksi heksan kulit batang surian Toona sintesis terhadap hama Closidolomia pavonana yang menunjukkan nilai antifedant 75,5%`. Bagaimana jika hama tersebut telah kebal terhadap insektisida yang diberikan apakah akan memberikan efek antifedant yang sama, jelaskan?       
Share:

Sabtu, 14 September 2019

Keragaman dan Keunikan Struktur Terpenoid

Indonesia merupakan negara dengan berjuta-juta keanekaragaman hayati yang sangat berpotensi dan bermanfaat untuk manusia. Banyak dari tanaman-tanaman endemik di Indonesia yang mengandung senyawa kimia tetentu yang banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan tradisional untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Senyawa kimia yang memiliki mampu memberikan efek pengobatan pada manusia baik itu efek fisiologi atau farmakologi disebut dengan bioaktif. Senyawa bioaktif ini digolongkan menjadi beberapa macam diantaranya alkanoid, terpenoid, flavonoid, safonim, dan steroid. kali ini kita akan mengupas tentang keragaman dan keunikan struktur dari terpenoid.



Terpenoid merupakan senyawa kimia yang bersifat aromatis terdiri dari atom karbon , hidrogen dan okesigen yang mempunyai beberapa unit isopren dengan struktur siklik dan mempunyai satu gugus fungsi atau lebih. Senyawa terpenoid mempunyai kerangka karbon yang dibangun oleh dua atom karbon atau lebih unit C5 yang disebut isopren yang mana setiap unit dari isopren terdiri dari kepala dan ekor yang selalu berikatan. Perbedaan jumlah unit isopren yang dimiliki oleh setiap terpenoid inilah yang menyebabakan struktur dari terpenoid menjadi unik dan khas. Berdasarkan jumlah unit isopren terpenoid dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu : 
1. Monoterpenoid merupakan senyawa kimia yang meiliki bau yang harum yang dibangun oleh dua unit isopren yang merupakan komponen minyak atsiri. Monoterpenoid tidak memiliki warna, mudah menguap, serta mudah pula larut dalam air. Monoterpenoid dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu sebagai berikut : a. Asiklik, seperti lonalool b. Monosiklik, seperti lomonena c. Bisiklik, seperti kamfor 

2. Seskuiterpenoid merupakan senyawa kimia yang teridiri dari tiga unit isopren yang berasal dari atom C15. Contohnya fasenol dan satonin. Senyawa ini banyak digunakan sebagai antiboitic, antimikroba, antifeedant. 

3. Diterpenoid merupakan senyawa kimia yang terdiri dari empat unit isporen yang berasal dari atom C20. Contohnya dalam klorofil berupa zat dalam bentuk ester yang disebut senyawa fitol. 

4. Triterpenoid merupakan senyawa kimia yang terdiri dari enam satuan isopren yang berasal dari atom C30. Contohnya : trisiklik, tetrasiklik seperti lanosterol, pentasiklik seperti alfa amirin 


5. Tetraterpenoid merupakan senyawa kimia yang terdiri dari delapan unit isopren yang berasal dari atom C40. Contohnya beta karoten. 

Permasalahan : 
1. Seskuiterpenoid banyak digunakan sebagai antibiotic, antimicroba dan antifeedant. Jelaskan mengapa kandungan apa yang dimiliki oleh seskuiterpenoid sehingga bisa digunakan sebagai antibiotic, antimicroba dan antifeedant? 
2. Jelaskan fungsi keberadaan senyawa fitol yang ditemukan dalam klorofil? 
3. Menurut Anda adakah kemungkinan senyawa terpenoid untuk tersusun dari 10 unit isopren atau lebih? Jelaskan?  
Share:

Sabtu, 31 Agustus 2019

Biosintesis Metabolit Primer dan Sekunder

Di dalam tubuh makhluk hidup banyak terjadi proses-proses kimiawi seperti proses pembentukan dan proses penguraian senyawa. Dalam hal ini kita akan membahas mengenai peristiwa pembentukan metabolit sederhana menjadi metabolit yang lebih kompleks yang terjadi di dalam sel pada organisme hidup yang disebut dengan biosintesis. Peristiwa biosintesis ini terjadi melalui jalur khusus yang disebut dengan jalur biosintesis yang terjadi secara alami dengan bantuan enzim tertentu di dalam sel. 
Biosintesis pada makhluk hidup dibedakan menjadi 2 yaitu : 
1. Biosintesis metabolit primer 
Biosintesis metabolit primer adalah biosintesis yang dapat menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan untuk proses pertumbuhan seperti asam amino, asetil CoA, gula-gula,nukleotida, asam sitrat , lipid protein, dan karbohidrat. Biosintesis metabolit primer dibedakan menjadi 3 yaitu : 
a. Biosintesis Karbohidrat 
Dalam biosintesis karbohidrat terdapat 2 jalur yaitu melalui fotosintensis dan melalui biosinteisis sukrosa. Proses produksi karbohidrat melalui fotosintesis terjadi pada tumbuhan yang memiliki klorofil. Fotosintesis dapat terjadi melalui dua reaksi yaitu reaksi terang yang menggunakan energi cahaya dan reaksi gelap tanpa menggunakan cahaya melainkan menggunakan bantuan enzim. 
Reaksi kimia fotosintesis adalah sebagai berikut : 6H2O + 6CO2 + cahaya  (CH2O)6 + 6O2 
Karbohidrat juga dapat terbentuk melaui biosintesis sukrosa yang dimulai dari pengubahan fruktosa 6 fosfat menjadi glukosa 1-fosfat yang bereaksi dengan UTP membentuk UTPglukosa yang bereaksi lagi dengan fruktosa 5-fosfat membentuk sukrisa fosfat kemudian berubah lagi menjadi sukrosa. 
b. Biosintesis Lipid 
Dalam biosinteis lemak dan minyak lemak digunakan 2 komplek enzim dan juga ATP, NADPH2, Mn2+, dan karbondioksida. Biosintesis lipid di awali dengan biosintesis asam lemak yaitu pembentukan Melanil Ko-A dari Asetil Ko-A dengan bantuan enzim Karboksil Transferase dan Biotin Karboksilase. Melanil Ko-a Berekasi dengan Butiril Ko-A. Hasil reaksi doreduksi menjadi kaproil Ko-A, reaksi ini terjadi secara berulang hingga mengahilkan asam lemak. Asam lemak tersebut kemudian berkondensasi dengan gliserol membentuk asam lifosfatidat lalu berkondensasi lagi menjadi asam fosfatidat selanjutnya menjadi triasilgliserol. 
c. Biosintesis Asam Amino dan Protein 
Asam amino terdiri dari 2 macam yaitu asam amino esensial dan asam amino nonensesial yang mana hanya asam amino esensial tidak dapat di sintesis di dalam tubuh tetapi asam amino nonesensial bisa. 

 2. Biosintesis metabolit sekunder 
Biosintesis metabolit selunder dilakukan melalui 3 jalur yang produkhasilnya tidak dapat digunakan untuk proses pertumbuhan melainkan untuk pertahanan diri. Contoh hasil proses metabolit sekunder adalah fenolik, senyawa bernitrogen dan terpenoid.
a. Jalur Asam Asetat
Dalam biosinteis asam asetat terjadi pembentukan rantai poli β-keto dari koupling unit-unit asam asetat melalui reaksi kondensasi, seperti : N CH3CO2H  [CH3CO]n- Pada jalur asam asetat juga dapat dihasilkan asam lemak(laurat , miristat, palmitat, stearat, oleat, linoleat), poliasetilen, fosfolipida, gliserida dan glikopida.
 b. Jalur Asam Sikimat
Jalur ini merupakan jalur alternatif untuk menuju senyawa organik seperti L-fenilanila, L-tirosin dan L-tritofan. Hasil lain dari jalur ini adalah asam sinamat, fenol, asam benzoic, lignin, koumarin, tanin, asam amino benzoic dan quinon.
 c. Jalur Asam Mevalonat
Jalur asam mevalonat ini dapat menghasilkan senyawa essential oil, squalent monoterpenoid, menthol, korosinoid, steroid, Terpenoid, Sapogenin, ABA, GA3.

 Permasalahan
1. Menurut Anda kenapa biosinteis itu penting untuk pertumbuhan organisme hidup?
2. Enzim apa saja yang berperan dalam proses biosintesis lipid serta sebutkan fungsi enzim tersebut?
3. Mengapa biosinteis karbohidrat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu melaui fotosintesis dan biosinteis sukrosa. Bisakah dijadikan satu jalur saja tidak dibeda-bedakan?      
Share:

Sabtu, 24 Agustus 2019

Prosedur dan Tahapan Screening Kimia Bahan Alam


Keanekaragaman tumbuhan dan hewan di menjadi dasar bagi para peneliti untuk menemukan senyawa kimia baru dari bahan alam yang jumlahnya tak terbatas. Ditambah lagi banyaknya jenis tumbuhan dan hewan yang belum diketahui yang tersimpan di pedalaman hutan menjadi penambah semangat peneliti untuk menemukan jenis senyawa baru yang potensial. Untuk menemukan senyawa bahan alam yang potensial biasanya dilakukan dengan pengujian yang disebut dengan screening yang berarti penapisan. Dalam proses screening kimia bahan alam terdapat beberapa pendekatan yang digunakan, yaitu :
1)      Pemilihan sampel yang di ikuti dengan skrining fitokimia
2)      Pemilihan sampel yang di ikuti dengan uji biologi (bioassay)
3)      Menindaklanjuti berbagai aktifitas biologi yang telah diketahui
4)      Menindaklanjuti pemanfaatan tumbuhan secara etnomedisin (pengobatan tradisional)

Pemilihan sampel dilakukan secara acak sehingga setiap sampel yang digunakan mempunyai kesempatan yang sama untuk digunakan sebagai sampel dalam penelitian. Setelah sammpel dipilih barulah sampel diurutkan sesuai dengan prioritas untuk mencapai tujuan penelitian.

Berikut ini merupakan prosedur dan tahapan dalam uji skrining fitokimia, yaitu :
1.      Uji Alkanoid
Uji alkanoid bertujuan untuk mengetahui keberadaan senyawa golongan alkanoid dalam sampel. Uji alkanoid dilakukan dengan  menggunakan perekasi warna Dragendorff yang dapat menunjukkan warna orange pada larutan sampel dan menghasilkan endapan orange kecolatan pada dasar tabung setelah didiamkan beberapa saat.
2.      Uji Flavonoid
Uji flavonoid dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa golongan flavonoid dalam sampel. Dalam uji flavonoid biasaya digunaka serbuk Mg dan HCl pekat. Uji flavonoid yang biasa dilakukan yaitu uji Wilstatter yang menghasilkan warna orange, uji Bate-Smith yang menghasilkan warna merah, uji dengan NaOH 10%  yang menunjukkan perubahan warna yang spesifik, dan uji golongan polifenol yang memberikan warna hijau, biru, merah, ungu, ataupun hitam yang pekat.
3.      Uji Terpenoid
Uji terpenoid dilakukan dengan menggunakan perekasi Liberman Burchard yang ditandai dengan munculmya warna merah keunguan. Peraksi liberman merupakan campuran antara asam sulfat pekat dan Anhidrida Asetat masing-masing sebanyak 10 ml.
4.      Uji Tanin
Uji terpenoid akan menunjukkan reaksi positif jika menghasilkan warna hijau kebiruan apabila kedalam ekstrak sampel ditambahkan 2-3 tetes larutan FeCl3 1%

5.      Uji Saponim
Uji saponim dilakukan dengan menggunakan tabung reaksi dimana ektrak sampel dimasukan kedalam tabung lalu ditambahkan air dan dididihkan. Setelah itu dikocok dengan kuat. Jika muncul buih berarti mengandung saponim.

Berikut ini merupakan prosedur dan tahapan dalam uji biologi (Bioassay), yaitu :
1.      Eksplorasi
Tahap eksplorasi merupakan tahapan awal dalam proses screening  potensial bahan alam dimana sampel-sampel yang akan diuji diurutkan sedemikian rupa sehingga dapat ditemukan senyawa jenis baru yang bermanfaat. Pada tahap ini dilakukan analisis dereplikasi yang bertujuan untuk menghindari isolasi senyawa-senyawa yang telah diteliti sebelumnya dengan cara eliminasi. Proses dereplikasi dapat dilakukan dengan teknik skrining fitokimia. Teknik ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan senyawa aktif dalam ektrak sampel yang di uji.
2.      Isolasi 
Tahap isolasi dilakukan setelah mengetahui susunan sampel yang memiliki kandungan senyawa aktif baru yang berpotensi tinggi untuk ditemukan. Proses ini dilakukan dengan paduan bioassay yang biasanya disebut bioassay guided fractionation. Proses isolasi yang dilakuan pertama kali adalah mengeliminasi kandungan anorganik dalam sampel dengan menggunakan kromatografi kolom. Setelah diperoleh ekstrak, dilakukan difraksinasi dan isolasi secara berurutan pada kolom HPLC hingga diperoleh isolat senyawa biaktif dari sampel.
3.      Identifikasi senyawa potensial bahan alam
Tahapan selanjutnya ialah melakukan identifikasi untuk menindaklanjuti berbagai aktifitas biologi dari isolat senyawa bioaktif bahan alam, menentukan karakteristik, dan bagaimana pemanfaatannya secara medisin atau secara tradisional.

Pertanyaan :
1.  Apa saja pendekatan dalam proses screening potensial kimia bahan akam?
2. Bagaimana cara menentukan kandungan alkanoid dalam tumbuhan?
3. Bagaimana cara untuk melakukan uji saponim pada tumbuhan agar menghasilkan reaksi yang positif ?






Share:

Selasa, 20 Agustus 2019

Daun Bidara (Ziziphus mauritiana) Ampuh Atasi Diabetes

Diabetes adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh tubuh kekurangan insulin atau tubuh tidak mampu memproduksi insulin sebanyak yang di butuhkan. Insulin berfungsi dalam mengatur kadar gula darah agar tetap normal. apabila tubuh tidak memproduksi insulin maka  dapat menyebakan penyakit diabetes. salah satu alternatif untuk mengatasi penyakit diabetes ini yaitu dengan mengonsumsi daun bidara.


Bidara merupakan sebuah pohon kecil yang banyak tumbuh di lingkungan yang panas,  kaya akan sinar matahari dan sering mengalami musim hujan yang memadai untuk dapat menumbuhkan daun dan bunga dan buah. Pohon bidara biasanya tumbuh hingga mencapai 15 meter dengan batang bengkok yang menyebar beserta ranting dan daun yang menjuntai. 
Daun bidara biasanya digunakan untuk memaksimalkan kualitas tidur karena sifatnya yang menenangkan. selain untuk menenangkan daun bidara juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi kanker. kandungan senyawa glikemik dalam daun bidara sangat rendah. daun bidara dapat menurunkan kadar gula darah yang tinggi dengan adanya kandungan flavonoid yang dapat berikatan dengan glukosa dalam darah. sehingga dengan turunnya kadar gula darah penyakit diabetes dapat diatasi.

Permasalahan :
1. Apa kandungan daun bidara yang dapat mengatasi penyakit diabetes?
2. Sebutkan manfaat lain dari daun bidara yang Anda ketahui?
3. Sebutkan jenis tubuhan lain yang dapat mengatasi penyakit diabetes?




Share:

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Visitors

Cari Blog Ini

Translate

Pengikut